Motivated your self, inspire others!

Rabu, 01 Januari 2014

  • Perbincangan di Persimpangan Jalan

    Awal 2014, aku masih sering menemukan kebingungan. Kebingungan yang tidak hanya di kepala, tapi lebih jauh dari itu menghujam dalam hati. Mengalir dalam darah di urat nadi. berdesir bersama nafas-nafas tersenggal. Kebingungan yang seringkali tidak disadari ternyata begitu membahayakan. Mempengaruhi nilai, norma, sikap, dan cara berfikir seseorang. Menggerogoti masa depanmu dengan perlahan. Sedikit demi sedikit. Tapi nyata. Sistemik. Radikal. bahkan sporadis. Menyerang elemen kehidupan manusia yang sangat fundamental. Ya sangat - sangat fundamental. Aku rasa tak perlu memperjelas hal fundamental seperti apakah itu? karena aku tahu kau tahu akan hal itu. mengerikan sekali bukan?
    karena kebingunan ini akan merenggut hal yang paling berharga dari seorang manusia. Ketika hal ini hilang dari diri manusia, maka manusia itu pun hilang. 
    Waspadalah kawan dengan kebingungan semacam ini. Karena dia tidak menyerang sesuatu yang langsung kau rasakan sakitnya. Bahayanya adalah bahaya laten. berbisik-bisik tapi merobek gendang telingamu. Dia tidak langsung mencongkel matamu. Dia tidak langsung menyayat lidahmu. Dia tidak menghantam telingamu. Dia tidak menguliti tubuhmu. Dia tidak mencocok hidungmu. Bahkan, sama sekali tidak mencabut satupun bulu kudukmu.
    Bahayanya lebih besar dari semua hal diatas kawan. Bahaya seperti apakah itu? kepala yang terpenggal? Isi perut yang tercabik-cabik? atau jantung yang terbagi dua? Bukan, bukan dari semua itu. ini lebih berbahaya. Lebih sakit dan menyakitkan.
    karena kebingunan ini akan merenggut hal yang paling berharga dari seorang manusia. Ketika hal ini hilang dari diri manusia, maka manusia itu pun hilang. Yang ada hanya setan atau binatang atua paling tidak menjadi seonggok sampah yang tidak berguna. kau pasti tau apa hal itu. Ya itu, itu yang kau maksud.
    Jangan khawatir kawan, aku tidak menakutimu tanpa alasan. Aku tidak menjerumuskanmu tanpa memberikan pertolongan. Aku menakutimu agar kau tahu rasa takut. Aku menjerumuskanmu agar kau tahu rasa sakit. Semuanya aku lakukan agar kau sadar akan apa yang terjadi. bukan sekedar tahu.
    Sekali lagi kukatakan, sekarang janganlah khawatir lagi. aku sudah menyediakan penawar dari kebingungan yang kubicarakan tadi. Lain kali kita lanjutkan perbincangan kita ini. Sementara waktu cobalah kau fikir ulang apa yang kukatakan tadi. dan rabalah dirimu, adakah kebingungan semacam ini dalam kehidupanmu. Atau jangan - jangan kau malah bingung dengan apa yang aku katakan?

    Bogor, 1 januari 2014
    Di jalan setapak menuju keabadian 
  • Copyright @ 2013 Insightist.